Sabtu, 14 Juni 2014

Jika Tersesat di Gunung

Minggu, 04 Mei 2014

Tentang Aku dan karya Sang Pencipta


Dari aku yang tidak pernah mengenal gunung

Dari aku yang penasaran kenapa banyak orang mendaki gunung.

Dari aku yang ketakutan mendaki gunung



Dari aku yang berambisi berdiri di puncak

Dari aku yang mengibarkan bendera dengan tegak

 



Dari aku yang terus mendaki dari puncak ke puncak

Dari aku yang berteriak sangat lantang



...
Hingga aku menjadi mengerti memaknai arti bersyukur



Menjadi aku yang memahami rasa kelaparan

Menjadi aku yang mengerti seperti apa hidup tanpa listrik



Menjadi aku yang mengerti seperti apa hidup tanpa air

Menjadi aku yang mengerti seperti apa hidup sendiri

Menjadi aku yang mengerti betapa berharganya hidup




....

Menjadi aku yang tak mempunyai bendera untuk di kibarkan

Menjadi aku yang tak punya foto untuk cetak



Menjadi aku yang tak punya stiker untuk di tempel

Menjadi aku yang diam




....

Menjadi aku yang mengerti arti solidaritas



Menjadi aku yang pantang menyerah

Menjadi aku yang mengerti apa yang aku cari




Menjadi aku yang memahami kenapa aku mendaki





Ini kisahku
Mana kisahmu ???


courtesy of Sang Pendaki


Mt.Gede Pangrango



Setelah seminggu persiapan, akhirnya tiba juga hari yang kami nanti, hari ini kami akan berangkat ke TNGP Cibodas,start point untuk beberapa teman kami yang ingin mencoba mengenal Alam ..

Kami berencana berangkat dari terminal kampung rambutan malam itu, Kami tiba di Cibodas pada pukul 2.30 pagi, lalu perjalanan kami lanjutkan dengan mobil angkot bersama pendaki lain'y menuju resort TNGP.. Bayangkan!! Pukul 2.30 dinihari udara di Cibodas!!! Brrrr dingin sangat!! Agak Lebay dekit Hehehe

Sesampainya disana kita langsung mengambil simaksi yang dititipin setelah regestrasi sebelum'y, kami melanjutkan perjalanan menuju pos pendaftaran ulang simaksi sekalian mempacking ulang barang-barang bawaan kami,makan, minum, dan istirahat sebentar.. kami berencana mulai bergerak mendaki gunung gede malam itu juga.. Malam itu tak ada satupun diantara kami yang tidur, kalopun ada yang sempat tertidur, saya rasa tidak sampai 1jam. selain karena waktu yang sempit, mungkin juga karena kami over excited..

Pendakianpun dimulai...

Tepat pukul 2.00 pagi, pendakian pun di mulai.. setelah berdoa kamipun mulai melangkahkan kaki digelap'y malam alam rimba .pelan tapi pasti !!

Suasana khas hutan langsung kami temui, jejeran pohon raja hutan yang tinggi menjulang menyambut kami. . Juga pohon markisa hutan yang merupakan makanan bagi habitat Owa Jawa juga kami temui sepanjang trek yang masih sangat ringan, dengan tanjakan-tanjakan yang tersusun rapi dari bebatuan..



Perjalanan kami lanjutkan ke shelter berikutnya, trek agak basah karena dilalui saluran air kecil di sebelah kiri.. Sampai kami melewati jembatan kayu tua (Rawa Gayongnyong) yang dulunya adalah bekas kawah mati yang sekarang penug ditumbuhi pohon gayongnyong dan bunga terompet. Menurut papan informasi, jembatan ini adalah wilayah jelajah macan tutul jawa.. aauuumm... hehehe

kami sepakat membuka tenda di pinggir jembatan kayu untuk beristirahat setelah akhtifitas seharian kami bekerja .. dan melanjutkan perjalan pendakian esok hari ..



Kami Sempat bernarsis narsis ria disini, sebelum akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke shelter Panyangcangan Kuda. Lagi-lagi kami beristirahat ,kami juga berpapasan dengan para pendaki lain. shelter panyangcangan ini adalah batas pemisah antara trek "ringan" dan trek yang mulai "agak serius"..



Dari shelter Panyangcangan apabila kita mengambil jalur kanan yang menurun, kita akan sampai di ar terjun CiBeureum.. Sedangkan jika kita mengambil jalur kiri yang menanjak ke arah puncak dengan trek yang mulai "serius". Mulai banyak jalur tanah, kalaupun masih ada jalur batu, tidak tersusun serapi trek sebelumnya, dan juga tidak selandai trek sebelumnya..


shelter-sgelter selanjutnya kami lalui dengan mulus shelter Rawa Denok1, Rawa Denok2, dan Rawa Denok3, Batu Kukus1,2,dan 3.. Dari seluruh shelter yang saya sebutkan, entah kenapa perjalanan dari Batu Kukus 3 ke Shelter Air Panas yang terasa paling panjang..


Shelter Air Panas
Akhirnya kami mulai menapaki jalur berair, pertanda mata air sudah dekat.. Alhamdulillaah.. kami sampai di Shelter Air Panas..Ini adalah spot paling berbahaya di jalur Cibodas, jalur berbatu sepanjang kurang lebih 30M dan selebar 1M yang dialiri air panas yang bisa mencapai suhu 70"C dari tebing di sebelah kiri dan jurang sedalam kurang lebih 50M di sebelah kanan.




Pijakan kami adalah batu-batu berlumut yang sangat licin, dan satu-satunya alat pengaman adalah tambang baja yang sudah mulai mengelupas., bisa melukai tangan orang yang tidak menggunakan sarung tangan! harus ekdtra hati-hati ketika melalui jalur ini. Walaupun sulit dilewati, sesudah jalur berbahaya itu adalah tempat yang indah dan cukup nyaman untuk beristirahat. Ini adalah shelter favorit saya,

Menuju Kandang Badak
Pagi di Shelter Air Panas sangat indah, dingin sih, tapi tetap aja kami semua semangat! Dari Shelter Air Panas menuju Kandang Badak kami harus melalui beberapa shelter, antara lain, shelter kandang batu dan shelter air terjun dinding merah (sebut saja demikian karena saya lupa nama air terjunnya)





Setelah shelter kandang batu, Akhirnya kami sampai di Shelter Air Terjun Merah,


Setelah melewati Air Terjun Merah, perjalanan ke kandang badak relatif lebih mudah dan ringan, Sesampainya di Kandang Badak, kami istirahat dan berfoto. Saat itu keadaan Shelter Kandang Badak sangat ramai, seperti monas di minggu sore. Setelah mereload persediaan air, pendakianpun kami lanjutkan.

Kandang Badak - Tanjakan Setan
Trek dari Kandang Batu ke Tanjakan Setan sangat "memaksa" saya untuk lebih menyatu dengan alam. kami istirahat sejenak sambil ISOMA


Perjalanan kami lanjutkan sampai kami tiba di Tanjakan Setan. Dinamakan demikian karena tanjakan ini sangat curam, kurang lebih 85". Untuk melewatinya kita harus berpegang pada tambang-tambang baja.

Tanjakan Setan - PuncakVegetasi dijalur ini mulai jarang, dan pepohonannya pun tidak terlalu tinggi. Didominasi pohon Cantigy yang cantik, yang berpucuk daun warna merah menawan.Subhanallaah.. Indah Sangat! Makin terpacu semangat kita untuk segera mencapai puncak Gede, tapi semangat hanya tinggal semangat. Saya mulai lelah mendaki, apalagi semakin dekat dengan puncak, semakin tinggi dan tajam tiap tanjakan yang harus kami lalui. Kalau tidak pandai-pandai menghemat tenaga, bisa terkuras habis disini.

.
Setelah perlahan tapi pasti kita mulai mendaki lagi, hingga akhirnya kami sampai dipuncak


.. Subhanallah.. Indaaaaah bgt.. tak henti-hentinya kami memuji Allah melihat pemandangan indah yang terhampar sejauh mata memandang.. walau ga lama, karena kabut cepat naik dan pandangan kami terhalang kabut.. setelah sholat di balik rimbun Cantigy dan mendokumentasikan diatas puncak gunung,

Setelah selesa kami langsung mendirikan tenda karna hari sudah mulai sore + kabut turun + hujan juga ,untuk selanjut kami istirahat dan menikmati suasana hangat persahabatan ..

view sunrise dipuncak G.Gede
















Setelah puas jeprat jepret kami langsung SAPA (sarapan pagi) ... selesai kita langsung packing menuju
turun ke Surya Kencana dan kembali ke jakarta ..

view Pangrango dari puncak Gede


                        




Trek dari puncak Gede ke Alun-alun SK (Surya Kencana) sangat terjal dan curam.






Surya Kencana


Setelah menuruni batu batu curam selama kurang lebih 20menit (that felt like forever) kami sampai di SK, padang savana seluas mata memandang, diapit Puncak Gunung Gede dan Gunung Gemuruh, serta diapit cakrawala di sisi timur dan barat.. Subhanallaah.. Indaah..







Alhamdulillah perjalanan turun amat menyenangkan.Semakin dekat dengan pos TNGP putri tubuh semakin manja, kami semakin tepar, walau dengan tertatih-tatih, kami kembali ke peradaban Alhamdulillaah..Setelah melaporkan dan menyerahkan tanda keluar TNGP,

Semoga persahabatan kami senantiasa terjaga dan bisa bertemu kembali di puncak-puncak gunung yang lain insya Allah.. :)

Thanks for reading my longest blog post ever!

~Mendaki gunung bukanlah tentang menaklukan alam, tapi tentang bersahabat dengan alam, dengan segala unsur yang ada di dalamnya, sesuatu yang kau taklukan mungkin saja membunuhmu, tapi sahabat, insya Allah akan melindungimu~
 _________________________________________________________________________________

Gunung Gede Pangrango adalah salah satu taman nasional yang dimiliki Indonesia yang berada di Jawa Barat. Gunung ini merupakan gunung di Jawa Barat dengan ketinggian 2958 (mdpl) untuk Gunung Gede dan 3019 mdpl untuk Gunung Pangrango. Gunung Gede Pangrango dapat dicapai dari Jakarta melalui tol Jagorawi, dan masuk jalur Puncak dan memakan waktu sekitar dua jam (jika tidak macet).

Gunung Gede sangat cocok bagi para pemula untuk mencoba melakukan pendakian pertamanya. Treknya cukup moderat, tidak terlalu berat tetapi juga tidak terlalu ringan. Gunung Gede memiliki jalur yang berkarakter berbeda-beda dan lengkap. Kami melakukan pendakian agak memutar melalui Gunung Putri




Salam kopi hitam,
 & Lestari Alam Negri Ku Indonesia