Setelah seminggu persiapan, akhirnya tiba juga hari yang kami
nanti, hari ini kami akan berangkat ke TNGP Cibodas,start point untuk beberapa teman kami yang ingin mencoba mengenal Alam ..
Kami berencana berangkat dari terminal kampung rambutan malam
itu, Kami tiba di
Cibodas pada pukul 2.30 pagi, lalu perjalanan kami lanjutkan dengan mobil angkot bersama pendaki lain'y menuju resort TNGP.. Bayangkan!! Pukul 2.30
dinihari udara di Cibodas!!! Brrrr dingin sangat!! Agak Lebay dekit Hehehe
Sesampainya
disana kita langsung mengambil simaksi yang dititipin setelah regestrasi sebelum'y, kami melanjutkan perjalanan menuju pos pendaftaran ulang simaksi sekalian mempacking ulang barang-barang bawaan
kami,makan, minum, dan istirahat sebentar.. kami berencana mulai
bergerak mendaki gunung gede malam itu juga.. Malam itu tak ada satupun
diantara kami yang tidur, kalopun ada yang sempat tertidur, saya rasa
tidak sampai 1jam. selain karena waktu yang sempit, mungkin juga karena
kami over excited..
Pendakianpun dimulai...
Tepat pukul 2.00 pagi, pendakian pun di mulai..
setelah berdoa kamipun mulai melangkahkan kaki digelap'y malam alam rimba .pelan tapi pasti !!
Suasana khas hutan langsung kami temui, jejeran
pohon raja hutan yang tinggi menjulang menyambut kami. . Juga pohon
markisa hutan yang merupakan makanan bagi habitat Owa Jawa juga kami
temui sepanjang trek yang masih sangat ringan, dengan tanjakan-tanjakan
yang tersusun rapi dari bebatuan..
Perjalanan kami
lanjutkan ke shelter berikutnya, trek agak basah karena dilalui saluran
air kecil di sebelah kiri.. Sampai kami melewati jembatan kayu tua (Rawa
Gayongnyong) yang dulunya adalah bekas kawah mati yang sekarang penug
ditumbuhi pohon gayongnyong dan bunga terompet. Menurut papan informasi,
jembatan ini adalah wilayah jelajah macan tutul jawa.. aauuumm...
hehehe
kami sepakat membuka tenda di pinggir jembatan kayu untuk beristirahat setelah akhtifitas seharian kami bekerja .. dan melanjutkan perjalan pendakian esok hari ..
Kami Sempat bernarsis narsis ria disini, sebelum akhirnya
kami melanjutkan perjalanan ke shelter Panyangcangan Kuda. Lagi-lagi
kami beristirahat ,kami juga berpapasan dengan para pendaki lain. shelter panyangcangan ini adalah batas pemisah antara trek "ringan" dan
trek yang mulai "agak serius"..
Dari shelter Panyangcangan apabila kita
mengambil jalur kanan yang menurun, kita akan sampai di ar terjun
CiBeureum.. Sedangkan jika kita mengambil jalur kiri yang menanjak ke
arah puncak dengan trek yang mulai "serius". Mulai banyak jalur tanah,
kalaupun masih ada jalur batu, tidak tersusun serapi trek sebelumnya,
dan juga tidak selandai trek sebelumnya..
shelter-sgelter selanjutnya
kami lalui dengan mulus shelter Rawa Denok1,
Rawa Denok2, dan Rawa Denok3, Batu Kukus1,2,dan 3.. Dari seluruh shelter
yang saya sebutkan, entah kenapa perjalanan dari Batu Kukus 3 ke
Shelter Air Panas yang terasa paling panjang..
Shelter Air Panas
Akhirnya kami mulai menapaki
jalur berair, pertanda mata air sudah dekat.. Alhamdulillaah.. kami sampai di Shelter Air Panas..Ini adalah spot
paling berbahaya di jalur Cibodas, jalur berbatu sepanjang kurang lebih
30M dan selebar 1M yang dialiri air panas yang bisa mencapai suhu 70"C
dari tebing di sebelah kiri dan jurang sedalam kurang lebih 50M di
sebelah kanan.
Pijakan kami adalah batu-batu berlumut yang sangat licin,
dan satu-satunya alat pengaman adalah tambang baja yang sudah mulai
mengelupas., bisa melukai tangan orang yang tidak menggunakan sarung
tangan! harus ekdtra hati-hati ketika melalui jalur ini. Walaupun sulit
dilewati, sesudah jalur berbahaya itu adalah tempat yang indah dan cukup
nyaman untuk beristirahat. Ini adalah shelter favorit saya,
Menuju Kandang Badak
Pagi
di Shelter Air Panas sangat indah, dingin sih, tapi tetap aja kami
semua semangat! Dari Shelter Air Panas menuju Kandang Badak kami harus melalui
beberapa shelter, antara lain, shelter kandang batu dan shelter air
terjun dinding merah (sebut saja demikian karena saya lupa nama air
terjunnya)
Setelah shelter kandang batu, Akhirnya kami sampai di Shelter Air Terjun Merah,
Setelah melewati Air Terjun Merah,
perjalanan ke kandang badak relatif lebih mudah dan ringan, Sesampainya di Kandang Badak, kami
istirahat dan berfoto. Saat itu keadaan Shelter Kandang Badak sangat
ramai, seperti monas di minggu sore. Setelah mereload persediaan air,
pendakianpun kami lanjutkan.
Kandang Badak - Tanjakan Setan
Trek
dari Kandang Batu ke Tanjakan Setan sangat "memaksa" saya untuk lebih
menyatu dengan alam. kami istirahat sejenak sambil ISOMA
Perjalanan kami lanjutkan sampai
kami tiba di Tanjakan Setan. Dinamakan demikian karena tanjakan ini
sangat curam, kurang lebih 85". Untuk melewatinya kita harus berpegang
pada tambang-tambang baja.
Tanjakan Setan - PuncakVegetasi
dijalur ini mulai jarang, dan pepohonannya pun tidak terlalu tinggi.
Didominasi pohon Cantigy yang cantik, yang berpucuk daun warna merah
menawan.Subhanallaah.. Indah Sangat! Makin terpacu semangat kita untuk segera
mencapai puncak Gede, tapi semangat hanya tinggal semangat. Saya mulai
lelah mendaki, apalagi semakin dekat dengan puncak, semakin tinggi dan
tajam tiap tanjakan yang harus kami lalui. Kalau tidak pandai-pandai
menghemat tenaga, bisa terkuras habis disini.
.
Setelah perlahan tapi pasti kita mulai mendaki lagi, hingga
akhirnya kami sampai dipuncak
.. Subhanallah.. Indaaaaah bgt.. tak henti-hentinya kami
memuji Allah melihat pemandangan indah yang terhampar sejauh mata
memandang.. walau ga lama, karena kabut cepat naik dan pandangan kami
terhalang kabut.. setelah sholat di balik rimbun Cantigy dan
mendokumentasikan diatas puncak gunung,
Setelah selesa kami langsung mendirikan tenda karna hari sudah mulai sore + kabut turun + hujan juga ,untuk selanjut kami istirahat dan menikmati suasana hangat persahabatan ..
view sunrise dipuncak G.Gede
Setelah puas jeprat jepret kami langsung SAPA (sarapan pagi) ... selesai kita langsung packing menuju
turun ke Surya Kencana dan kembali ke jakarta ..
view Pangrango dari puncak Gede

Trek dari puncak
Gede ke Alun-alun SK (Surya Kencana) sangat terjal dan curam.
Surya Kencana
Setelah
menuruni batu batu curam selama kurang lebih 20menit (that felt like
forever) kami sampai di SK, padang savana seluas mata memandang, diapit
Puncak Gunung Gede dan Gunung Gemuruh, serta diapit cakrawala di sisi
timur dan barat.. Subhanallaah.. Indaah..
Alhamdulillah
perjalanan turun amat menyenangkan.Semakin
dekat dengan pos TNGP putri tubuh semakin manja, kami semakin tepar, walau
dengan tertatih-tatih, kami kembali ke peradaban Alhamdulillaah..Setelah
melaporkan dan menyerahkan tanda keluar TNGP,
Semoga persahabatan kami senantiasa terjaga dan bisa bertemu kembali di puncak-puncak gunung yang lain insya Allah.. :)
Thanks for reading my longest blog post ever!
~Mendaki
gunung bukanlah tentang menaklukan alam, tapi tentang bersahabat dengan
alam, dengan segala unsur yang ada di dalamnya, sesuatu yang kau
taklukan mungkin saja membunuhmu, tapi sahabat, insya Allah akan
melindungimu~
_________________________________________________________________________________
Gunung Gede Pangrango adalah salah satu taman nasional yang dimiliki
Indonesia yang berada di Jawa Barat. Gunung ini merupakan gunung di Jawa Barat dengan ketinggian 2958 (mdpl)
untuk Gunung Gede dan 3019 mdpl untuk Gunung Pangrango. Gunung Gede
Pangrango dapat dicapai dari Jakarta melalui tol Jagorawi, dan masuk
jalur Puncak dan memakan waktu sekitar dua jam (jika tidak macet).
Gunung Gede sangat cocok bagi para pemula untuk mencoba melakukan
pendakian pertamanya. Treknya cukup moderat, tidak terlalu berat tetapi
juga tidak terlalu ringan. Gunung Gede memiliki jalur yang berkarakter
berbeda-beda dan lengkap. Kami melakukan pendakian agak memutar melalui
Gunung Putri
Salam kopi hitam,
& Lestari Alam Negri Ku Indonesia