Mt.Semeru mengajarkan banyak hal dalam 5 hari pendakian.
Jumat 6 September 2013 pukul 13.45 WIB kita berangkat dari stasiun senin menuju kota malang ..kita berjumlah 4 orang , yaitu Gw sendiri Benk2,Anaz Zakaria,Yosef Tamaro dan Aditya
Sabtu 7 September 2013 Pukul 08.00 WIB kita tiba distasiun kota malang ,lanjut lagi menuju Pasar Tumpang menggunakan angkot. Sesampainya di
Pasar Tumpang (kediaman Mba Nur),disana kita disambut dengan baik dengan pasilitas sederhana tapi penuh dengan kesan , kita bertemu para pendaki lain menunggu untuk menuju Ranu Pane dengan menggunakan truk sayur (petualangan baru saja dimulai).
Desa Ranupani
Action dulu depan resort
Ranu Pane, desa terakhir
sebelum menjajal ganasnya track Semeru berada di ketinggian 1.800 mdpl.
Desa ini cukup kecil dan dingin, di sini juga terdapat danau yang
besarnya sekitar 1 ha yang sering disebut Ranu Pane. Mengisi daftar
pendakian selesai tepat pukul 13.00 WIB kita mulai berjalan menyusuri jalan setapak.
Danau Ranupane
Jalur menuju Ranukumbolo
Aklimatisasi
medan, inilah yang harus kita lakukan setiap pendakian. Udara yang
dingin, jalan menanjak dan beban yang berat membuat pernafasan sulit
diatur dan terengah-engah. Sekitar 1,5 jam perjalanan kita lalui dengan
banyak beristirahat. Sebelum pada akhirnya sampai di pos 1, lanjut pos 2
dan pos 3 dengan track yang naik turun melewati perbukitan. Pukul 17.50
WIB kita sampai pada pos 4 yaitu Ranu Kumbolo. di sini sudah terdapat
belasan tenda dome para pendaki lain.
Dalam perjalanan menuju Ranukumbolo
Ranu Kumbolo (2.400 mdpl)
adalah tempat peristirahatan kita di hari pertama. Kondisi di sini cukup
luas dengan pemandangan danau yang jernih nan sangat indah. Pada awalnya
kita memutuskan akan melaju terus sampai Kalimati pada hari pertama,
namun melihat kondisi kita yang cukup lelah dan tidak
memungkinkan, akhirnya kita memutuskan untuk bermalam di sini.
Ranukumbolo in The Morning
Sekitar
pukul 19.00 kondisi menjadi sangat dingin. Ini dikarenakan
lokasi perkemahan berada di pinggir danau yang uap airnya banyak, dan
hembusan angin cukup membuat hawa dingin menusuk hingga ke tulang. Tidak
ada kerjaan lain selain istirahat tidur mempersiapkan fisik untuk
perjalanan besok pagi. Pagi hari, mentari tak pernah bosannya menyinari
Bumi dan memberikan kehangatan setelah semalam berselimutkan hawa
dingin. Makan, packing dan siap-siap melanjutkan perjalanan ke Kalimati.
Warna warni sunrise Ranukumbolo
Dalam perjalanan menuju Kalimati kita melewati tanjakan yang sering disebut
Tanjakan Cinta. Dimana bila kita melewati tanjakan tersebut tanpa
istirahat dan tanpa menoleh kebelakang, sambil memikirkan seseorang yang
kita cintai, konon katanya orang tersebut akan menjadi kekasih kita.
Setelah melewati tanjakan cinta, sampailah kita di Oro-Oro Ombo.
Padang savana Oro oro ombo
Padang
savana yang sangat luas dan ditumbuhi bunga-bunga lavender & edelweiss, namun
sayangnya pada musim kemarau ini bunga-bunga tidak banyak yang
mekar. Setelah itu kita melewati hutan pinus dan sampailah di padang
rumput Jambangan. Di lokasi ini Puncak Mahameru terlihat begitu jelas
Mahameru menunjukan keangkuhan'y
Tepat pukul 16.30
WIB, sampailah kita di Kalimati (2.700 mdpl). Kondisi di Kalimati berupa
hamparan padang rumput dengan tumbuhan semak dan hamparan edelweiss
seluas sekitar 20 ha. Lokasi ini merupakan pemberhentian terakhir
sebelum melakukan pendakian menuju Puncak Mahameru. Di sini kita bertemu
rekan-rekan pendaki asal jakarta (tetangga rumah) mereka Fajar dkk ,mereka lebih awal track summit mahameru dan ingin melanjutkan turun untuk beristirahat di Ranukumbolo .. tempat pukul 17.00 kita mendirikan tenda untuk istirahat dan untuk melanjutkan track summit mulai pukul 23.00 WIB malam nanti.
Karena
memang diperkirakan, dari Kalimati menuju Puncak Mahameru memerlukan
waktu sekitar 6-7 jam perjalanan. Sore itu kita habiskan dengan
bercanda dan ngobrol tentang Semeru Dan
pada pukul 22.00 WIB waktunya kita masak,makan dan mempersiapkan logistik untuk persiapan
ujian pendakian Semeru yang sebenarnya.
Tepat pukul 23.00 WIB
perjalanan kita mulai dengan 4 personel, kita melangkah pasti menuju
puncak abadi para dewa. Track yang dilalui hanya ada tanjakan yang
berdebu dengan kemiringan sekitar 45-55 derajat dengan suhu di bawah 20
derajat celcius. Dalam 1,5 jam perjalanan sampailah kita di Arcopodo, di
ketinggian sekitar 2.900 mdpl. Di sinilah batas terakhir vegetasi, dan
setelah itu kita disajikan hamparan pasir dan debu dengan kemiringan
60-80 derajat menuju puncak.
Dari batas terakhir vegetasi hingga
puncak, kita membutuhkan waktu sekitar 4 jam merayap di pinggir jurang
yang sangat curam. Tidak ada pikiran lain selain kita harus memikirkan
puncak, inilah ujian sesungguhnya dari Semeru. Soal kegigihan,
kesabaran, semangat dan keyakinan pada diri sendiri harus tetap menjadi
pedoman dalam mendaki puncak ini. Tidak lain tidak bukan, karena
medannya yang curam dan berpasir membuat kita melangkah 5 langkah, dan
akan merosot 3 langkah. Hal itu dilakukan selama kurang lebih 4 jam.
Track Summit
Tepat pukul 07.40 wib rasa lelah dan rasa capek terbayar lunas pada saat kita menjejakkan
kaki di tanah tertinggi di Pulau Jawa, Mahameru (3.676 mdpl).
Pemandangan yang sangat menakjubkan dengan beberapa kali semburan asap
beracun dari Kawah Jonggring Seloka yang dilontarkan setiap 15-30 menit
sekali itu membuat Puncak Mahameru merupakan puncak yang mempunyai
keunikan dan tantangan tersendiri. Dan di sinilah terdapat in memoriam
Soe Hok Gie dan Idham Lubis yang merupakan korban di Gunung Semeru pada
tanggal 16 desember 1969.
Puncak mahameru bersama Sahabat
Hasil dari ke disiplinan
Tak terasa sudah 2 jam kita berada di tanah
tertinggi di Pulau Jawa, sebelum akhirnya pada pukul 09.40 WIB kita
menuruni puncak. Di puncak kita hanya diperbolehkan hingga pukul 10.00
WIB pagi, karena setelah itu arah angin akan berubah dan dapat membawa
asap beracun tersebut ke arah kita. Menuruni Puncak Mahameru kita hanya
memerlukan waktu 30 menit saja dengan seperti berselancar di pasir.
Bayangkan saja, mendaki memerlukan waktu 4-5 jam, namun saat turun kita
hanya membutuhkan waktu 30 menit? Sangar.
Sesampainya di Kalimati
kita istirahat beberapa jam hingga kita bergegas masak dan makan, kemudian packing dan bersiap ke Ranu
Kumbolo . tepat pukul 18.30 wib kita sampai di Ranu Kumbolo untuk istirahat dan bertemu tetangga rumah yang sudah menunggu kita .. karna esok kita pagi akan turun menuju ranupani hingga tumpang dan tak sengaja kita semua akan pulang ke jakarta dengan hari,jam,kereta dan gerbong yang sama
Sunrise Ranukumbolo
Sisi lain keindahan dari danau Ranukumbolo
Pukul 10.00 WIB kita semua berangkat menuju Ranu Pane ,sampai disana kita daftar ulang untuk memastikan kita semua udah selesai dalam pendakian Mt.Semeru dengan keadaan sehat namun
sangat letih dan kecapekan. Di sana kita istirahat sejenak untuk makan dan membeli ole2 Mt.Semeru ,, setelah selesai disana sudah ditunggu truk yang akan
mengantarkan kita ke tumpang, tepat pukul 19.30 kita sampai ditumpang dan kami pun berpencar untuk istirahat ,fajar dkk memilih untuk ke basecamp pertama dia sedangkan kita kembali kekediaman Mba Nur .. Setelah beristirahat agak lumayan panjang tepat pukul 12.00 - 13.00 kita packing dan kumpul kembali untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta.
Benar-benar 5 hari yang cukup mengesankan. kita semua
berhasil menaklukkan diri sendiri untuk mendaki puncak abadi para dewa,
Mahameru, dan bisa melihat sisi lain keadaan manusia yang berada di
sana. Bangsa yang besar tidak akan kehilangan seorang pemimpin jika
pemuda-pemudanya sering bertualang ke hutan, gunung dan lautan. Pepatah
itu cukup menggetarkan hati saya bahwa masih banyak hari-hari esok untuk
melakukan petualangan yang hebat dan dapat mengasah diri pribadi
menjadi jiwa yang tangguh dan tahan banting. Bersama alam jiwa ini aku
pertaruhkan, dan bersama rakyat-rakyat pedesaan hati ini aku satukan.
Salam lestari ...


















