Rasulullah adalah pemimpin negara dan panglima tertinggi pasukan
Muslimin, maka beliau mempertimbangkan matang-matang dalam memberikan
perintah yang membawa kemaslahatan peperangan bagi mengalahkan musuh. Perintah
larangan membunuh sipil seperti wanita, anak-anak, orang tua bangka,
larangan memotong pohon, membunuh binatang ternak dan lain-lain, tetap
berlaku di manapun pertempuran berlangsung. Hanya panglima tertinggi
dan pemimpin negara yang boleh membuat keputusan atau kebijakan
setelah proses kajian dan pertimbangan yang matang untuk mencapai
kemaslahatan perang walau kadang terlihat melanggar aturan larangan
yang telah ditetapkan oleh Rasulullah di masa pertempuran, tanpa niyat
kesengajaan. Kebijakan yang dibuat oleh Rasulullah pada masa itu
adalah dalam kapasitas beliau sebagai pemimpin tertinggi negara dan
panglima perang, dan pelaksanaannya juga dilaksanakan secara selektif.
Perintah Rasulullah untuk menebang pohon kurma milik Bani Nadhir
bukanlah dikarenakan Bani Nadhir pernah merusak atau menghancurkan pohon
kurma milik kaum Muslimin sehingga Rasulullah melakukan tindak
pembalasan terhadap sikap Bani Nadhir yang dianggap telah melampaui
batas menebang pohon.
Tetapi perintah Rasulullah itu adalah siasat perang untuk melumpuhkan
pasukan lawan, yang tiada cara lain kecuali dengan cara itu dapat
melemahkan mental pasukan lawan yaitu Bani Nadhir. Dan tindakan
Rasulullah itu dibenarkan oleh Allah.
Asal kisah peristiwa itu adalah bermula ketika Ghozwah Bani Nadhir (kaum
Yahudi) yang melarikan diri dari pengejaran pasukan Muslimin pimpinan
Rasulullah . Mereka melakukan persekongkolan jahat (makar) untuk
membunuh Nabi Muhammad dan siap melakukan perlawanan. Bani Nadhir
menjadikan perkampungan mereka sebagai kubu pertahanan yang lengkap
dengan benteng yang kuat. Mereka menyediakan logistik yang cukup untuk
sekitar setahun, termasuk air bersih jika dikepung hingga datang bantuan
pihak yang memusuhi kaum Muslimin datang membantu mereka.
Mengingat kuatnya pertahanan Bani Nadhir dalam menghadapi pasukan
Muslimin maka Rasulullah menggunakan sebuah taktik baru untuk
menjatuhkan mental mereka yang sangat sayang kepada harta benda dan
ingin hidup. Sebagai pimpinan tertinggi, juga dengan alasan kebijakan
dan siasat perang, Rasulullah memerintahkan pasukan Muslimin untuk
memotong pohon kurma milik Bani Nadhir dan membakarnya sehingga timbul
rasa kekecewaan pihak Bani Nadhir untuk mempertahankan perkebunan yang
dianggap sebagai harta kekayaan mereka. Khusus tentang siasat dan
tindakan Rasulullah SAW selaku pemimpin tertinggi pasukan ini dibenarkan
oleh Allah. Hal itu dijelaskan di dalam Surah Al-Hasyr, mengisahkan
tentang sikap Bani Nadhir (kaum Yahudi) yang melanggar perjanjian damai.
Artinya: “Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik
orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas
pokoknya, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah; dan karena Dia
hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik.” (Al-Hasyr: 5).
Dengan penebangan dan pembakaran pohon kurma serta lamanya menunggu
bantuan pasukan yang memusuhi kaum Muslimin, maka Bani Nadhir
menyerahkan diri dan meminta perlindungan jaminan keselamatan jiwa,
serta bersedia untuk keluar dari Madinah. Permintaan mereka kemudian
diperkenankan oleh Rasulullah.
Iman itu ada enam puluh atau tujuh puluh cabang lebih. Yang terendah adalah menghilangkan gangguan dari jalanan dan yang tertinggi adalah ucapan : Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah. (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i dan Ibnu Majah)
Dan senyumanmu di hadapan saudaramu adalah sedekah, dan kamu menyingkirkan batu, duri dan tulang dari jalanan adalah sedekah, serta menunjuki orang yang tersesat di daerah yang menyesatkan adalah sedekah bagimu. (HR. Ibnu Hibban dan Baihaqi, Shahih Ligairihi)
Larangan Berbuat Kerusakan
S U R A T A L - B A Q A R A H
2:11. Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan
di muka bumi, mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang
mengadakan perbaikan."
2:12. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.
2:27. (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah
perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah
(kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka
bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
2:30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat:
"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi".
Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu
orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,
padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan
Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak
kamu ketahui".
2:60. Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami
berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah
daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui
tempat minumnya (masing-masing) Makan dan minumlah rezeki (yang
diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan
berbuat kerusakan.
2:205. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk
mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang
ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.
S U R A T A L I- I M R O N
3:63. Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.
S U R A T A L - M A A I D A H
5:32. Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israel,
bahwa: barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang
itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka
bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang
siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia
telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah
datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa)
keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka
sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di
muka bumi.
5:33. Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah
dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka
dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan
bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang
demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di
akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,
5:64. Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya
tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat
disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi
kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia
kehendaki. Dan Al Qur'an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu
sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan
di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di
antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api
peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka
bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.
S U R A T A L - A ' R A F
7:56. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah)
memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan
diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat
dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
7:74. Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu
pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum 'Aad dan memberikan
tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang
datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka
ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi
membuat kerusakan.
7:85. Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka,
Syuaib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada
Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang
nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan
janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan
timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah
Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika
betul-betul kamu orang-orang yang beriman".
7:127. Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Firaun (kepada Firaun):
"Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di
negeri ini (Mesir) dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?". Firaun
menjawab: "Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan
hidup perempuan-perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di
atas mereka".
7:142. Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah
berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu
dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah
ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada
saudaranya yaitu Harun: Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan
perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat
kerusakan."
S U R A T H U U D
11:85. Dan Syuaib berkata: "Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan
timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap
hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan
membuat kerusakan.
11:116. Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu
orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada
(mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara
orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan
orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada
pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.
S U R A T A L - I S R A '
17:4. Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israel dalam kitab itu:
"Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan
pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar."
S U R A T A S Y - S Y U A R A '
26:152. yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan".
26:183. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan
janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan;
S U R A T A N - N A M L
27:48. Dan adalah di kota itu, sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan.
S U R A T A L - Q A S H A S H
28:77. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu
(kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu
dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain)
sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu
berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berbuat kerusakan.
28:83. Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak
ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan
kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
S U R A T A L - ' A N K A B U T
29:30. Lut berdoa: "Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu".
29:36. Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan, saudara mereka
Syuaib, maka ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah,
harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka
bumi berbuat kerusakan".
S U R A T A R - R U U M
30:41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena
perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka
sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan
yang benar).
S U R A T S H A A D
38:28. Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka
bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama
dengan orang-orang yang berbuat maksiat?
S U R A T M U H A M M A D
47:22. Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?
Semoga Bermanfaat ... Salam Lestari