Rabu, 19 Maret 2014

Berdiskusi Dengan Alam ..Mt.Cikuray 2821 Mdpl

Hal Yang Indah Dalam Hidup Adalah Hal2 Yang Kita Lakukan dan Perbuat,, Tapi Bukan Hal Yang Harus !!! ... DI ALAMLAH KITA AKAN MENGETAHUI SEMUA APA2 YANG KITA LAKUKAN ...


Cikuray adalah gunung yang berada di kawasan Garut. Jawa Barat..Yang memiliki ketinggian 2821 meter di atas permukaan laut. Dan merupakan gunung tertinggi ke empat  di Jawa Barat setelah Gunung Gede.

Gunung ini berada di perbatasan kecamatan Boyongbong, Cikajang dan Dayeuh Manggung. Berada di dalam kawasan perkebunan teh PTPN VIII. Keindahan Gunung ini karena barisan awan yang selalu berubah-ubah, visualisasi dari Gunung Papandayan, dan juga melintasi indahnya perkebunan teh PTPN VIII, memberikan suasana tersendiri dalam pendakian gunung ini.


Jumat, 07 maret 2014 

Keriuhan terminal bus Antar Kota Antar Provinsi Kampung Rambutan, kembali mengisi perjalanan kami. Kali ini, perjalanan kami bergerak menuju Selatan Jawa Barat, kota yang dikenal dengan nama Kota  Garut. Kali ini saya menuju Cikuray, gunung yang dapat menjadi salah satu alternatif pendakian apabila Gunung Gede Pangrango, ditutup karena jadwal konservasi tanaman selama tiga bulan.

Kami berangkat Pukul 23. 00 WIB,  Agar  bisa beristirahat untuk persiapan pendakian. Dalam perjalanan menuju Garut  saya habiskan dengan tidur. tapi ternyata ada keterlambatan dalam perjalanan sehingga kami tiba di Kota Garut pukul 04.50 bus tiba di Terminal Guntur, Terminal Bus Antar Kota Kota Garut.

Sabtu, 08 maret 2014

Kedatangan kami bersamaan dengan datangnya para pendaki lain yang ingin mendaki G.Guntur,G.Cikuray dan G. Papandayan..Segera kami beristirahat sejenak mencari warung terdekat, menikmati kopi dan pisang goreng hangat ,kami mencari rombangan yang searah dengan pendakian kami G.Cikuray, Setelah menikmati kopi dan pisang goreng, saatnya memulai perjalanan menuju Desa Cilawu, Garut.

Menaiki mobil Help carteran bersama rombongan lain dimulailah perjalanan kami. Menikmati keindahan alam Kota Garut, satu jam perjalanan  telah berlalu .Maka tibalah di Gerbang PTPN VIII, . Pos pertama untuk menuju Gunung Cikuray membayar registrasi sebesar Rp 3000/per org di pos sebelum Pemancar.


Pos Pemancar 

Setelah perjalan yang tidak terlalu lama sampai lah kami di Pos Pemancar Pukul 06.30 (jam HP) dan kami memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil menikmati udara sejuk


Pukul 07.00 kami memulai perjalan dengan mendaftar ulang di Pos Pemancar dengan biaya seIKHLAS'y dan kami di bekali dengan 1 kantong Trasbag(kantung plastik untuk membawa sampah)



Berjalan perlahan di kawasan perkebunan teh, pelan namun pasti. Menuruni lembah. Dan menaiki bukit. Dan selama perjalanan ini, para pemetik teh. Dengan hangatnya menegurku, Indahnya pagi ini. Pelan namun pasti, tibalah saya di kawasan perbatasan antara kebun teh dan hutan. Menghabiskan waktu 1 jam perjalanan untuk tiba di kawasan ini.



Jalur pendakian mulai berubah,  didominasi dengan akar-akar kayu dan lumpur. Serta ditambah kemiringan jalur 45 derajat. Dimulailah indahnya perjalanan menuju puncak. Pendakian di Gunung Cikuray ini, mengharuskan kita menggunakan metode scrambling. Yaitu dengan menggunakan tangan sebagai alat bantu. Dan metode ini akan terus di gunakan sampai kita menuju puncak Cikuray. Cikuray memberikan tantangan tersendiri bagi para penikmat alam bebas.

Perjalanan terasa begitu berat, track yang jarang bonus, tanjakan yang terjal, ditambah kaki udah gak karuan keram dari paha kanan, ke paha kiri, betis kanan kiri kena juga

                    Jangan takut berjalan LAMBAT saat mendaki tetapi takutlah ketika BERDIAM DIRI

Pelan namun pasti. Saya terus bergerak, meter demi meter. Setelah 4 jam berjalan. Maka tibalah di pos bayangan. Namun, saya kecewa dengan pemandangan yang ada di depan mata. Banyak terdapat sampah, sampah yang merupakan sisa dari pendaki pendaki sebelumnya ,Sungguh sangat di sayangkan,Kenapa sampah ini tidak dibawa turun ?? ,

Beristirahat sembari menikmati cemilan yang kami bawa ...bersama teman baru di perjalan munuju Puncak Cikuray

Setelah beristirahat perjalanan kembali dilanjutkan. Nanjak dan terus menanjak. Dan perjalanan semakin menantang, karena asumsi saya akan puncak terus berubah. Karena jalur pendakian yang menyusuri punggungan gunung. Perjalananpun terasa sangatlah terasa jauh dan hujanpun turun tidak disangka2 Tibalah kami di Pos 6 setelah beberapa jam perjalanan dan kami tidak bisa meneruskan perjalanan menuju puncak karna hujan dan awan badai mulai terbentuk ,kami sepakat untuk mendirikan tenda, masak lalu istirahat dan melanjutkan esok hari menuju puncak karna cuaca yang tidak memungkinkan untuk kami melanjutkan perjalanan ..


Malam harinya saatnya menikmati momen bersama kawan baru untuk saling bercerita,pengalaman dan berbagi


Minggu, 09 maret 2014

Keesokan harinya ... kami agak kesiangan setelah semalam di guyur hujan yang sangat deras hingga tenda kami pun di penuhi oleh jeblokan tanah ,Pukul 06.00 waktu setempat kami bergegas menyiapkan perbekalan menuju puncak dan melanjutkan perjalan menuju puncak,dan di pos 6 pun sudah banyak tenda berdiri tanpa ada jarak untuk dilewatkan oleh pendaki yang mau lewat menuju puncak..

                                    Jejakku di ketinggian gunung,Langkah ku di kerendahan hati

Setelah kurang lebih 1 jam kami tiba dipuncak yang ingin kami tuju kemarin yaitu Puncak Cikuray 2821 Mdpl ,walaupun kami tak mendapatkan sunrise dan hanya background gumpalan kabut tebal tapi bukan itu yang kami cari di puncak sana  ...

Berbagi waktu dengan alam karna kau akan tahu siapa dirimu yang sebenarnya ...
 Tetaplah menjadi seorang yang kecil meskipun berada di puncak tertinggi 


                                 Pendaki Gunung itu Setia mereka bilang tapi boleh boleh dibuktikan


 Menghargai Alam mencintai Alam melestarikan alam dan bersahabat dengan Alam 


Alam bukan untuk di taklukan tapi kita yang harus bisa menaklukan keegoisan,kesombongan,nafsu diri kita dan untuk mensyukuri apa yang Allah swt ciptakan



Untuk seorang sahabat ,aku tidak pernah berniat untuk menaklukan gunung,mendaki hanyalah bentuk kecil pengabdian ku kepada Sang Pencipta yang tlah ciptakan karya2 indahNYA


Bangsa yang besar adalah bangsa yang sehat tubuh dan pikiran para pemuda pemudinya karna tidak mungkin menyelesaikan tidak mungkin menyelesaikan suatu masalah dengan tubuh dan pikiran yang kotor dan tidak bersih ... karna itu kami selalu mendaki gunung...


                                     Do no comment on the ride up the Mountain if the Mountain
 
                                         Hei !! haris nama kau udeh nyampe di puncak cikuray ..

Menikmati indahnya dipuncak sana dengan awan dan kabut yang tebal.. Pemandangan yang sangat indah oleh karena itu lah Cikuray dikatakan House In The Clouds. Karena barisan awan yang selalu dengan berubah, ingin rasanya saya tidur di barisan awan yang seakan akan memanggil kita untuk menjejakkan kaki di sana.

Setelah puasnya menikmati indahnya alam. Saatnya kami kembali turun menuju Pos 6 dimana kami mendirikan tenda untuk packing menuju pemancar





Kembali menikmati damainya perkebunan teh dan kembali ke kota. Sembari terus bersyukur ... Sang Pencipta memberikan alam yang indah bagi negeri Ku ini.

Memperkenalkan :
                                                                     Anas Zakaria

 

                                                 Ghaly Naya Praja & Rizqi Madhara Fadillah

                                                          dan gw sendiri

Salam Lestari .. Maaf klo ada salah dalam penulisan ..

Note :
  1. Untuk pendakian, disarankan membawa air yang cukup. Karena di gunung ini mata airnya susah dijangkau..
  2. Hati hati pada saat turun, karena ada banyaknya cabang akar pohon
  3. Bawa jaket dan ponco. Karena di kawasan gunung ini, cuaca sangat gampang berubah.
  4. Bawa kembali sampah turun dan jangan sekali kali  menebang pohon. Karena kawasan hutan di gunung ini masih rapat. Jagalah keasrian Alam ini.

Rabu, 12 Maret 2014

Penghijauan Ala Rasulullah saw



Ada apakah gerangan dengan bumi ini? Jawabannya telah tercatat dalam Al-Qur’an.
“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS Ar Ruum:41).
Memang kondisi bumi yang kini kian memburuk sejatinya karena ulah manusia itu sendiri...


Gerakan Go Green itu sebenernya kegiatan untuk menghijaukan kembali, dan zero waste itu adalah gerakan nol sampah.
Beberapa hal penting, yakni :
1. Hematlah dalam penggunaan air. Air itu sumber kehidupan dan hal yang sangat vital bagi keberlangsungan makhluk hidup. Untuk menghemat air ini ada beberapa cara, salah satunya adalah menutup kran dengan baik, menggunakan air secara bijak. Meskipun 2/3 bagian dunia ini terdiri dari air namun ternyata air yang dapat digunakan tuk keperluan manusia hanyalah sedikit sekali (cari fakta air)


Tentang penghematan air ini ternyata telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang sangat hemat ketika menggunakan air saat berwudhu. Beliau pun mewanti-wanti umatnya –dalam hadits yang sifatnya umum- agar jangan sampai boros. Beliau pun mengabari bahwa di antara umatnya ada yang berlebih-lebihan dalam thoharoh (bersuci). (HR. Ahmad)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwudhu setiap kali mau shalat. Inilah kondisi beliau pada umumnya. Kadang juga beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu untuk beberapa shalat dengan sekali wudhu. (HR. Muslim)
2. Hemat energy, salah satunya adalah mematikan lampu saat kita tidur.
“Artinya : Tutuplah bejana, ikatlah tempat air yang terbuat dari kulit, kancinglah pintu-pintu, dan matikanlah lampu lentera, karena sesungguhnya syetan tidak mampu melepaskan ikatan tempat air, tidak mampu membuka pintu, dan tidak mampu membuka tutup bejana. Kalau salah seorang di antara kamu tidak mendapatkan (sesuatu untuk menutup bejana) kecuali hanya mendapatkan sepotong lidi, maka tutupkanlah dan hendaklah dengan menyebut nama Allah. Karena sesungguhnya tikus itu (biasa) membakar rumah (yang lampu lenteranya tidak dimatikan), yaitu dengan menambrak lampu itu lalu menumpahkan minyak yang ada di dalamnya sehingga terbakarlah rumah itu” [Hadits Riwayat Muslim]


Adapun dalil tentang perintah mematikan api (lampu lentera) ketika akan tidur terdapat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda.
“Artinya : Janganlah kalian meninggalkan api di dalam rumah kalian ketika akan tidur” [Hadits Riwayat Muslim]
Dan hadits dari Abu Musa Al-Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Pada suatu malam sebuah rumah di Madinah terbakar yang menimpa pemiliknya. Lalu ketika kabar peristiwa tersebut sampai kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda.
“Artinya : Sesungguhnya api ini adalah musuhmu. Maka apabila kalian akan tidur, matikanlah terlebih dahulu api tersebut” [Muttafaqun a’laihi]
[Disalin dari kitab Al-As’ilah wa Ajwibah Al-Fiqhiyyah Al-Maqrunah bi Al-Adillah Asy-Syar’iyyah jilid I, Disalin ulang dari Majalah Fatawa 02/I/Syawwal 1423H -2002M]

3. Zero waste atau anti mubadzir.
Menggunakan harta untuk hal yang sia-sia adalah menyerupai perbuatan setan.
Allah Ta’ala berfirman :
وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27).


 Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu pada jalan yang keliru.”
Zero waste di sini juga dapat diartikan nol sampah. Seperti misalnya tidak menyisakan makanan yang kita santap. Berarti juga ini membiasakan kita untuk mengambil makanan secukupnya.
Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Apabila suapan makanan salah seorang di antara kalian jatuh ambillah kembali lalu buang bagian yang kotor dan makanlah bagian yang bersih. Jangan biarkan suapan tersebut dimakan setan.” (HR. Muslim No. 2033)

4. Larangan merusak tanaman saat perang
Dalam ajaran Islam diharamkan aksi perusakan di muka bumi. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
وَإِذَا تَوَلَّى سَعَى فِي الأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللَّهُ لاَ يُحِبُّ الْفَسَادَ

“Dan apabila dia berpaling (dari kamu), dia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, padahal Allah tidak menyukai kebinasaan”. [Al Baqarah : 205].

Sebenarnya masih banyak sekali inspirasi yang saya dapatkan dari sahabat saya ini, namun ketika mempelajari Islam lebih dekat, ternyata Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah lebih dahulu mencontohkan pada kita tentang semangat melestarikan lingkungan, yang lebih beken disebut semangat Go Green dan Zero Waste.
Semoga saja kebiasaan baik melestarikan lingkungan ini bisa kita lakukan sekarang, dimulai dari diri sendiri, dan dari hal-hal terkecil dan sederhana yang kita bisa lakukan. Setidaknya kita dapat mengurangi dosa ekologis dengan memulai aksi go Green.

Salam Lestari Alam ..

Kamis, 06 Maret 2014

Together Those In Wilderness

Sebuah perjalanan yang menguras kekuatan fisik, mental. Pendakian bukan hal yang mudah. Pengetahuan yang menyangkut sebuah perjalanan pendakian inilah yang akan menolong kita dalam perjalanan.


PENDAKIAN…. bukan tujuan kemana kaki ini akan melangkah, tapi arti dari sebuah perjalanan itulah yang akan mengubah diri kita, arti dari langkah demi langkah yang akan membawa kita pada sebuah kepuasan akan keindahan akan ciptaan-Nya.


PENDAKIAN…. ya, bagiku sebuah pembelajaran yang tak akan pernah aku temukan di ruang kelas, dari ruang guru, bahkan di dalam perpustakaan sekalipun.


PENDAKIAN…. mengajarkan sebuah arti tentang kehidupan yang sesungguhnya, tentang kerasnya dunia, tentang kesombongan manusia, tentang cinta, tentang sesama dan tentang arti besarnya ciptaan Sang Pencipta ( Allah swt ). Bahkan arti dari kehidupan kita sendiri.


PENDAKIAN…. sebuah perjalanan yang memberikan sebuah arti yang sesungguhnya dalam hidup. Disaat yang lain lelah, kita dituntut untuk tidak menyerah, membimbing untuk tetap berjalan bersama disaat yang lain mencoba rehat. Tetap tersenyum disaat yang lain termenung, dan menjadi penghibur disaat yang lain bersedih.


PENDAKIAN…. bukanlah sebuah hal yang sia-sia. disinilah, aku, kamu dan mereka dituntut menjadi seorang pemenang, krn kita dilahirkan bukan untuk menjadi orang yang gagal. Bukan soal piala, piagam ataupun hadiah, tapi sebuah kemenangan atas egoisme pribadi,




PENDAKIAN…. adalah sebuah perjalanan kehidupan dalam mewujudkan cita-cita. Jangan sekalipun berpikir untuk menyerah dalam menghadapi tantangan, krn semua permasalahan ada jalan keluarnya seperti sebuah perjalanan PENDAKIAN….

Salam Rindu Alam ...

Sabtu, 01 Maret 2014

YANG DI ALAMI PENDAKI

KEMUNDURAN

Ketinggian 5800 M merupakan batas habitasi jangka panjang yang normal. Masalah di sana banyak; turunnya berat badan, rasa cepat ngantuk/lemas, susah tidur. Semakin tinggi, penurunan2 tadi semakin banyak terjadi. Di atas 8000M (alias the Death Zone), penurunan terjadi secara cepat sampe2 kematian bisa terjadi secara tiba2. Tak heran kalo pendaki Everest kebanyakan memakai suplai oksigen.

Masalah turunnya berat badan adalah persoalan yang serius. Penyebabnya ada dua; turunnya selera makan dan susahnya menyerap nutrisi makanan. Selera makan ini turun sesuai ketinggian, makin tinggi makin turun selera makan kita. Tubuh kita saat itu juga cuma nyerap setengah dari lemak makanan serta tiga perempat karbohidrat dari kebiasaan normalnya. Kalo naik Everest, nggak jarang pendakinya turun berat badan sampe 10 persen !


SAKIT KETINGGIAN

Terlalu cepat sampe di ketinggian, tanpa usaha aklimatisasi, bisa nyebabkan sakit yg gawat. Munculnya bisa terjadi hanya dalam beberapa hari saja. Pencegahan ditambah turun secara perlahan2 adalah kunci obatnya. Sekarang ini ada yg nyaranin buat tidak langsung naik dan tidur melebihi ke ketinggian 3000 m. Gunakan 2 sampai 3 malam diketinggian 3000 M, terus usahakan bermalam untuk aklimatisasi tiap 600 M sampai 900 M. Hindari naik secara tiba2 melebihi 600 M. Artinya kita bisa naik sampai satu ketinggian, untuk tidurnya kita turun lagi ke tempat yg sedikit lebih rendah.

Latihan olahraga ringan bisa ngebantu tubuh nyesuaian diri sama ketinggian. Tapi inget, olahraga berlebihan juga bisa nyebabin sakit. Pendaki Everest biasanya ngabisin waktu sampe 2 minggu untuk trekking dari Namche (3400 M) ke base camp Everest (5300 M). Tujuannya tidak lain aklimatisasi.

PENYAKIT GUNUNG

AMS ini tergantung kepada ketinggian, kecepatan mendaki, seberapa lama eksposure, exertion dan kebugaran individual. Gawatnya, AMS ini bisa menyebabkan penyakit ketinggian yg lebih parah lagi. Gejala AMSantara lain sakit kepala, pusing2, lelah, hilang selera makan dan rasa mual. Gejala ini muncul biasanya kalau sudah naik lebih dari ketinggian 1000 M, walau kadang terjadi juga di ketinggian yg lebih rendah.
AMS perlu dideteksi sejak awal. Paling gampang adalah menghentikan pendakian. Tubuh jadi bisa beraklimatisasi walaupun cara ini bisa makan waktu berhari-hari. Kalau gejalanya terus memburuk, nggak ada cara lain selain turun dari gunung.

Acetazolimide / Diamox bisa membantu mempercepat aklimatisasi.
Dosisnya yg baik adalah 125 mg, 2 kali sehari. Makan obat biasa/ over-the-counter bisa saja, selama kita tidak naik lebih tinggi lagi.

Hindari juga konsumsi sedatif misalnya alkohol, antihistamin atau obat tidur.
Pengobatan paling baik adalah turun dari gunung. Turun sampe gejala2 tadi menghilang, biasanya sekitar 500 sampai 1000 M. Perawatan lainnya adalah memakai kantong khusus, namanya portable hyperbaric chamber / GAMOW atau PAC bags. Kantong yg bisa ditiup ini mengsimulasi langkah turun gunung dengan meningkatkan tekanan udara di dalam kantong.

KETINGGIAN edema serebral / HACE

HACE ini dasarnya adalah AMS yg lebih ekstrem. Penyebabnya adalah pembengkakan otak. Gejalanya antara lain ataxia (jalannya kayak orang mabuk), dan penurunan kesadaran (mengantuk, rasa bingung, menggigil atau koma). Sering juga penderitanya merasa pusing kepala dan muntah2. Dari AMS ringan sampe terjadi koma bisa berjarak 12 jam atau lebih.
Pengobatannya juga memerlukan pendeteksian dini. Kalau terlihat gejala ataxia dan sebagainya tadi, nggak ada cara lain selain turun dan turun !. Pakai obat seperti Dexamethasone / Decadron, mulai dengan cara oral/injeksi sebanyak 8 mg, lalu ditambah 4 mg tiap enam jam. Bantuan oksigen juga sangat menolong.

PENYAKIT KETINGGIAN KETIKA NAIK GUNUNG

HAPE

Masalah kesehatan paru lain pada wisatawan adalah high altitude pulmonary edema (HAPE). Penyakit yang mungkin berakibat fatal ini dapat terjadi di pegunungan tinggi seperti daerah yang biasa dipakai ski es.
Sebenarnya HAPE tidak terlalu sering ditemukan, tetapi merupakan penyebab kesakitan dan kematian bagi wisatawan di daerah ketinggian (high altitude). HAPE adalah penyebab kematian pertama dalam kelompok penyakit yang berhubungan dengan ketinggian (altitude related illness).


Dengan berbagai kemudahan transportasi saat ini, wisatawan dalam beberapa jam dapat berpindah dari dataran rendah ke dataran tinggi. Frekuensi terjadinya HAPE meningkat secara eksponensial mengikuti ketinggian.

HAPE biasanya terjadi dalam enam jam pertama sampai beberapa hari setelah seseorang dengan cepat naik ke daerah ketinggian lebih dari 2.500 m. Gejala yang timbul dapat berupa keluhan sesak napas walau sedang beristirahat, batuk, penurunan kemampuan beraktivitas, dan rasa berat di dada. Denyut nadi bertambah cepat, dan kadang ujung jari membiru karena kekurangan oksigen. Keluhan sesak napas yang tidak membaik setelah lima menit beristirahat perlu diwaspadai dan diperiksa dokter.

Kemungkinan terjadinya HAPE meningkat sebanding dengan makin tinggi tempat yang dikunjungi, kecepatan mendaki, aktivitas fisik, temperatur ambien yang rendah, serta konsumsi obat anti hipnotik. Faktor risiko lain adalah riwayat pernah mengalami HAPE. Tidak ada hubungan antara kebugaran fisik dengan kejadian HAPE.

Penanganan HAPE adalah meminta pasien turun dari ketinggian, kalau perlu dengan evakuasi medik, pemberian oksigen dan obat tertentu. Pencegahannya adalah dengan mendaki gunung secara bertahap. Bila gejala HAPE muncul segera turun kembali.

Penyakit yang berhubungan dengan ketinggian (altitude related illness) lainnya adalah acute mountain sickness (AMS) dan high altitude cerebral edema (HACE). Keduanya merupakan gangguan pada susunan saraf pusat dan dapat memberi gejala mulai dari sakit kepala ringan dan badan lemas pada penyakit AMS, sampai ke keluhan mual, muntah-muntah, bahkan pasien dapat tidak sadar, koma pada penyakit HACE.

Mountain sickness biasanya terjadi pada ketinggian di atas 2.500 m, tetapi dapat juga terjadi di tempat lebih rendah. Gejala AMS biasanya menghilang setelah satu minggu.

Bila seseorang tiba-tiba sakit di dataran tinggi, harus diasumsikan bahwa penyakit itu terjadi akibat ketinggian. Cara penanggulangan yang paling baik adalah dengan berhenti mendaki, istirahat, cek ke petugas kesehatan, dan turun segera bila memang dianjurkan.