Selasa, 29 April 2014

Sin 5 mountaineers who SHOULD AVOID




THERE IS an assumption that it is a mountain-climbing act cool and dashing . There is a sense of pride when it's setting foot in height . However , we realize that we who claim to lovers , or lovers of nature , it could be is a destroyer of nature ?1 . Perform mass climbing activities ( non - conservative )Before following the mass ascent , it is better to first survey . What is the capacity of the mountain , how many climbers are allowed to participate by the committee , and it is associated with other conservation .Be a responsible climber , sob !

2. Andil besar mencemari lingkungan
Saya pernah naik gunung dengan seorang rekan yang kelihatannya sudah ‘senior’ dalam hal mendaki. Namun, ditengah perjalanan istirahat, saat ia memakan sebuah makanan ringan, dengan ringannya pula ia membuang sampah itu sembarangan. Itulah potret kebanyakan pendaki yang tidak paham akan konservasi.
Apa sulitnya sih membawa sampah di dalam tas?


Di lain waktu, saat saya sedang ingin mengambil air di sebuah mata air, terlihat seorang pendaki yang sedang menikmati ritual B*B di mata air itu!
Apa dia tidak berfikir orang akan minum dari sana? Sebegitu sulitkah menggali lubang di tanah? Kucing saja masih bisa lebih pintar!



3 . Being indifferent and passive .Considers the conservation task is guard duty National Park , porter , and environmental NGOs . Though climber himself who had a big part in protecting the environment .Also ignores the established wisdom of local communities . Written or unwritten . Often myths mystical mountain is actually an attempt to conservation of the community .Not to say this , " I am not a lover of nature , really. Just nature lovers . So it 's not my job dong for conservation ? "

4. Merusak keasrian gunung
Tidak sulit menemui corat-coret vandalisme di bebatuan, batang pohon, bahkan pos pendakian. Mengambil flora & fauna langka seperti bunga edelweiss, bertindak sembrono sehingga mengakibatkan kebakaran hutan. Puntung rokok dan bekas api unggun yang masih menyala, membuka jalur yang tidak seharusnya, membuang tissue basah kotor seenaknya dan masih banyak lagi


5 . Not to share knowledge about the ascent of conservativeNo doubt , mountain climbing impressed now become a ' tourist ' . Moreover, a lot of the influence of television shows , movies , blogs , forums and many other media .Sharing the spirit of mountain climbing to new people without coupled spirit of conservation will only make the climber climbers tend to be a generation of antipathy towards the environment and only concerned with sheer pleasure .


Sebagian dari kita mungkin pernah melakukan hal atas, secara sengaja maupun tidak sengaja. Yang pernah, tolong jangan diulangi lagi dan mari saling mengingatkan kepada rekan pendaki yang lain.
Semoga gunung-gunung Indonesia masih bisa dinikmati anak-cucu kita nantinya... Aamiin.







Greetings Rimba , Conservation Greetings ! !

Jumat, 11 April 2014

Says who ?? Not Allow Odd In Hiking

Kenapa mendaki gunung tidak boleh ganjil ?
 
Saya sebenarnya kurang tau tentang asal usul dari aturan tersebut. Banyak pendaki yang mempercayainya meskipun asal usul dari mitos tersebut kurang bisa dimengerti. Pertanyaan tentang mendaki gunung dengan jumlah ganjil tersebut membuat saya semakin penasaran akan kebenaranya. Pada tulisan kali ini kita akan membahas tentang kebenaran mitos tersebut berdasarkan logika.

Dulu ketika saya mendaki gunung welirang saya bertemu dengan bapak bapak penambang belerang di kawah gunung welirang. Waktu itu saya mendaki dengan 2 orang teman saya sehingga jumlah kami ganjil. Bapak tersebut menasehati saya agar lain kali ketika mendaki gunung jangan berjumlah ganjil. Waktu itu saya tidak menanyakan kenapa tidak boleh mendaki dengan jumlah ganjil karena memang otak saya sudah terbiasa mendengar bahwa mendaki dalam jumlah ganjil itu tidak baik. Saya bahkan lupa kapan kali pertama mendengarnya dan dari siapa saya mendengarnya. Waktu demi waktu berlalu dan saya pun mulai menelusuri lebih lanjut mitos tersebut.
 
Beberapa rekan pendaki menjawab itu hanyalah sebuah mitos turun menurun dari orang orang jaman dulu. Konon katanya jika kita mendaki dengan jumlah ganjil maka akan ada sosok yang menjadikan jumlah kita genap. Sebenarnya saya kurang mengerti kenapa sosok tersebut menjadikan jumlah kita genap. Jangan jangan jika kita mendaki dengan jumlah genap sosok tersebut malah akan menjadikan jumlah kita ganjil.

Sebenarnya jika disuruh memilih untuk mendaki dengan jumlah ganjil atau genap saya lebih memilih ganjil. Kenapa ?

Alasan pertama adalah untuk mempermudah pengambilan keputusan. Sering kali dalam pendakian kita dihadapkan pada sebuah pilihan sulit yang memaksa semua anggota team menyumbangkan suaranya. Jika jumlah kita ganjil bisa dipastikan akan ada pemenangnya. Jika jumlah kita genap ada kemungkinan hasilnya seri sehingga akan menimbulkan perdebatan demi perdebatan.

Alasan kedua adalah karena ALLAH suka bilangan ganjil.
  1. Abu Hurairah berkata: ”Rasulullah SAW bersabda, ‘ Dan Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama seratus kurang satu, barang siapa menghitungnya (menghafal dan mentafakurinya) akan masuk surga. Dia itu witir (ganjil) dan menyukai yang ganjil’ ” (HR. Bukhary-Muslim)
  2. Aisyah ra. mengatakan : ” Rasulullah ShallAllahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terkahir bulan Ramadhan dan beliau bersabda, yang artinya: ‘Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon’ “ (HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169)
  3. “Sesungguhnya Allah itu witir (esa/ganjil) dan suka pada yang ganjil” (Hadits Hasan diriwayatkan oleh Abu Daud dan Turmudzi)
Nah saya rasa tidak perlu memperdebatkan lagi harus mendaki dengan jumlah ganjil atau genap. Mendaki dengan formasi ganjil atau genap tidak akan berpengaruh pada apapun. Mendaki dalam jumlah ganjil pun tidak akan membuat kita di ganggu makhluk ghaib, asalkan kita mampu menjaga perilaku dan kesopanan.

Jika memang merubah tradisi menjadikan kita lebih baik
Why not ?



Catatan Pendaki Gunung...
SALAM LESTARI